MIRROR (FF)
Hai..
Aku punya FF nih.. yang bikin FFnya temanku namanya Hasni ( Kim Hani ) blognya hasni -- http://hasnijeon.blogspot.co.id
udah ya langsung aja ke FFnya..
Happy reading!!
Title : Mirror
Cast : Pia × Mark ( NCT )
Written by : Kim Hani
Kau menatap langit kamarmu. Merutuki malam sabtu kali ini yang sunyi. Orang tuamu sedang berada di rumah kakek nenekmu.
Kau sering kali melirik ponselmu, menunggu chat atau paling tidak notifikasi untuk memecah sepi.
"Huft... Appa dan Eomma belum pulang. Sudah jam 10 malam" gumammu pelan seraya menatap layar ponsel. Tiba-tiba ponselmu berdering, kau terkejut dan alhasil benda persegi itu jatuh tepat mengenai wajahmu.
Panggilan video dari Mark.
"Pia" seru Mark.
"Ada apa Mark? Tumben kau belum tidur" candamu "biasanya pukul 7 kau sudah tidur" lanjutmu.
Mark tak menjawab, dan malah menatapmu intens. Tatapan itu membuatmu gugup.
"K-kenapa? Kenapa kau menatapku seperti itu?" kau merutuki dirimu sendiri, kenapa lidahmu selalu kelu saat Mark mentapmu intens sejak pria itu mulai mengisi hatimu selama 6 bulan terakhir ini.
"Bagaimana aku bisa tidur jika kau pukul segini masih berada di pikiranku?" Mark menjawab sambil menyibak rambutnya kebelakang. Memperlihatkan wajah tampannya.
Pipimu bersemu merah. Andai kalian sedang bertatapan langsung, kau pasti akan menjitak kepala pria itu.
"Kau tahu?"
"Apa?"
"Pipimu merah. Menggemaskan sekali"
"Aish.. Aku ini galak tau!!" kau memelototkan matamu, berusaha membuat wajahmu terliht menakutkan. Tapi itu malah membuatmu semakin menggemaskan di mata Mark.
"Ampun.. Mark takut.." Mark berpura-pura ketakutan. Wajahnya disembunyikan dibalik bantal. Kau tertawa melihat tingkahnya.
"Ada apa Mark? Kenapa kau menghubungiku?"
"Aku hanya ingin melihatmu, Pia"
Blush... Pipimu memerah lagi.
"Mark.. Seriuslah kumohon"
"Baiklah, aku ingin memberitahukan padamu tentang wanita yang kusukai. Siapa tahu kau bisa membantuku"
Hatimu bagai tertusuk jarum kala mendengar jawaban Mark.
"T-tentu, tentu saja. Aku akan membantu"
Aish.. Kenapa sangat mudah aku mengiyakannya?, batinmu. Bagaimana bisa aku membantu pria yang kusukai dekat dengan wanita yang disukainya? Bagaimana jadinya perassanku nanti?
"Siapa wanita itu Mark?" siapa wanita beruntung itu?, batinmu.
"Kau mempunyai cermin?" tanya Mark.
"Tentu saja. Kenapa menanyakannya?" jawabmu seraya mengambil cermin di makas tempat tidur.
"Yah karena itu berhubungan dengan pertanyaanmu. Coba sekarang kau bercermin!" intruksi Mark.
Kaupun menurutinya "sudah"
"Ada siapa di cermin itu?"
"Aku"
"Nah, itulah jawabanku dari pertanyaanmu"
Dahimu berkerut. Kau tak mengerti perkataan Mark.
"Orang yang aku suka itu kamu, Pia" ucap Mark seraya menatapmu.
"Hah?"
"Aku mencintaimu"
"B-benarkah?" kau tak percaya dengan apa yang dikatakan Mark.
Matamu memanas. Kau menengadahkan wajahmu. Berusaha agar air matamu tak menetes. Tetapi, tetap saja air mata itu mengalir di pipimu.
"Kau menangis. Apa aku menyakitimu?"
"Aku menangis bahagia Mark."
"Aku mencintaimu"
"Berhenti mengatakannya. Itu mrmbuatku menangis."
"Aku mencintaimu"
"Sudahlah"
"Baiklah, aku mengerti. Berhentilah menangis"
Kau mengusap air matamu. Kemudian menatap wajah Mark.
"Berarti kita sekarang berpacaran?" tanya Mark.
"Aku belum mengatakan perasaanku padamu." elakmu.
"Tak perlu kau katakan pun aku sudah tahu bahwa kau mencintaiku" Mark menarik kerahnya keatas. Kau mendengus.
"Aku mencintaimu ,Mark"
"Aku mencintaimu"."Aku mencintaimu"."Aku mencintaimu"."Aku mencintaimu". "Aku men-.."
"Berhenti mengatakan itu, Mark. Aku sudah tahu"
"Aku hanya takut kau lupa bahwa aku sangat mencintaimu"
"Menurutmu aku akan lupa jika kau terus-terusan mengatakannya?"
Kau dan Mark saling bertatapan. Saling mengagumi karya Tuhan yang ada dihadapan kalian. Kau memandang dengan tatapan kagum. Sedangkan Mark memandangmu dengan tatapan cinta.
Akhirnya, kau memutus panggilan itu karena sudah hampir tengah malam. Panggilan video itu berakhir dengan kalimat yang Mark ucapakan "Selamat tidur, Pia. Aku mencintaimu"
-- Fin --
Maaf ya, mungkin ada salah kata atau salah ketik. Ya kan namanya juga manusia, pasti punya kesalahan.
Yang mau komentar silahkan..
Jangan lupa ya... -- http://hasnijeon.blogspot.com
Ig : @putrihida_
Aku punya FF nih.. yang bikin FFnya temanku namanya Hasni ( Kim Hani ) blognya hasni -- http://hasnijeon.blogspot.co.id
udah ya langsung aja ke FFnya..
Happy reading!!
Title : Mirror
Cast : Pia × Mark ( NCT )
Written by : Kim Hani
Kau menatap langit kamarmu. Merutuki malam sabtu kali ini yang sunyi. Orang tuamu sedang berada di rumah kakek nenekmu.
Kau sering kali melirik ponselmu, menunggu chat atau paling tidak notifikasi untuk memecah sepi.
"Huft... Appa dan Eomma belum pulang. Sudah jam 10 malam" gumammu pelan seraya menatap layar ponsel. Tiba-tiba ponselmu berdering, kau terkejut dan alhasil benda persegi itu jatuh tepat mengenai wajahmu.
Panggilan video dari Mark.
"Pia" seru Mark.
"Ada apa Mark? Tumben kau belum tidur" candamu "biasanya pukul 7 kau sudah tidur" lanjutmu.
Mark tak menjawab, dan malah menatapmu intens. Tatapan itu membuatmu gugup.
"K-kenapa? Kenapa kau menatapku seperti itu?" kau merutuki dirimu sendiri, kenapa lidahmu selalu kelu saat Mark mentapmu intens sejak pria itu mulai mengisi hatimu selama 6 bulan terakhir ini.
"Bagaimana aku bisa tidur jika kau pukul segini masih berada di pikiranku?" Mark menjawab sambil menyibak rambutnya kebelakang. Memperlihatkan wajah tampannya.
Pipimu bersemu merah. Andai kalian sedang bertatapan langsung, kau pasti akan menjitak kepala pria itu.
"Kau tahu?"
"Apa?"
"Pipimu merah. Menggemaskan sekali"
"Aish.. Aku ini galak tau!!" kau memelototkan matamu, berusaha membuat wajahmu terliht menakutkan. Tapi itu malah membuatmu semakin menggemaskan di mata Mark.
"Ampun.. Mark takut.." Mark berpura-pura ketakutan. Wajahnya disembunyikan dibalik bantal. Kau tertawa melihat tingkahnya.
"Ada apa Mark? Kenapa kau menghubungiku?"
"Aku hanya ingin melihatmu, Pia"
Blush... Pipimu memerah lagi.
"Mark.. Seriuslah kumohon"
"Baiklah, aku ingin memberitahukan padamu tentang wanita yang kusukai. Siapa tahu kau bisa membantuku"
Hatimu bagai tertusuk jarum kala mendengar jawaban Mark.
"T-tentu, tentu saja. Aku akan membantu"
Aish.. Kenapa sangat mudah aku mengiyakannya?, batinmu. Bagaimana bisa aku membantu pria yang kusukai dekat dengan wanita yang disukainya? Bagaimana jadinya perassanku nanti?
"Siapa wanita itu Mark?" siapa wanita beruntung itu?, batinmu.
"Kau mempunyai cermin?" tanya Mark.
"Tentu saja. Kenapa menanyakannya?" jawabmu seraya mengambil cermin di makas tempat tidur.
"Yah karena itu berhubungan dengan pertanyaanmu. Coba sekarang kau bercermin!" intruksi Mark.
Kaupun menurutinya "sudah"
"Ada siapa di cermin itu?"
"Aku"
"Nah, itulah jawabanku dari pertanyaanmu"
Dahimu berkerut. Kau tak mengerti perkataan Mark.
"Orang yang aku suka itu kamu, Pia" ucap Mark seraya menatapmu.
"Hah?"
"Aku mencintaimu"
"B-benarkah?" kau tak percaya dengan apa yang dikatakan Mark.
Matamu memanas. Kau menengadahkan wajahmu. Berusaha agar air matamu tak menetes. Tetapi, tetap saja air mata itu mengalir di pipimu.
"Kau menangis. Apa aku menyakitimu?"
"Aku menangis bahagia Mark."
"Aku mencintaimu"
"Berhenti mengatakannya. Itu mrmbuatku menangis."
"Aku mencintaimu"
"Sudahlah"
"Baiklah, aku mengerti. Berhentilah menangis"
Kau mengusap air matamu. Kemudian menatap wajah Mark.
"Berarti kita sekarang berpacaran?" tanya Mark.
"Aku belum mengatakan perasaanku padamu." elakmu.
"Tak perlu kau katakan pun aku sudah tahu bahwa kau mencintaiku" Mark menarik kerahnya keatas. Kau mendengus.
"Aku mencintaimu ,Mark"
"Aku mencintaimu"."Aku mencintaimu"."Aku mencintaimu"."Aku mencintaimu". "Aku men-.."
"Berhenti mengatakan itu, Mark. Aku sudah tahu"
"Aku hanya takut kau lupa bahwa aku sangat mencintaimu"
"Menurutmu aku akan lupa jika kau terus-terusan mengatakannya?"
Kau dan Mark saling bertatapan. Saling mengagumi karya Tuhan yang ada dihadapan kalian. Kau memandang dengan tatapan kagum. Sedangkan Mark memandangmu dengan tatapan cinta.
Akhirnya, kau memutus panggilan itu karena sudah hampir tengah malam. Panggilan video itu berakhir dengan kalimat yang Mark ucapakan "Selamat tidur, Pia. Aku mencintaimu"
-- Fin --
Maaf ya, mungkin ada salah kata atau salah ketik. Ya kan namanya juga manusia, pasti punya kesalahan.
Yang mau komentar silahkan..
Jangan lupa ya... -- http://hasnijeon.blogspot.com
Ig : @putrihida_
huaaa makasih udah promotin akun aku
BalasHapusIya, masama..
Hapus