CERPEN PERSAHABATAN

Assalamualaikum wr wb
haii.. namaku putri hidayah, panggil saja putri.
ini cerpen pertamaku. temanya persahabatan.

                    --  GOOD  BYE  KARIN  --

        Hari ini aku sengaja untuk berangkat lebih pagi karena aku sedang ada jadwal piket. Biasanya aku berangkat bersama sahabatku, Karin. Tetapi hari ini aku berangkat sendirian karena Karin sedang marah padaku. Alasannya sepele, cuma gara-gara perbedaaan pendapat dan tidak ada yang mau mengalah. Sebetulnya kejadian seperti ini sering terjadi antara aku dan dia. Biasanya setelah satu hari kita sudah baikan dan selalu aku yang minta maaf, entah itu kesalahanku atau kesalahannya. Jadi, aku ingin untuk kali ini dia yang minta maaf kepadaku.

        Aku telah menunggu cukup lama hingga Karin datang, saat bel masuk akan berbunyi, Karin datang. Aku sedang menunggu di depan pintu kelas, ketika Karin berada di hadapanku matanya langsung tertuju pada bangkunya, dia berjalan cepat dan tak menyapaku. Baiklah, aku akan meminta maaf saja, dari pada kita marahan lama-lama. Aku mendekati bangkunya dan duduk disebelahnya "Karin, aku minta maaf atas kejadian kemarin ya? aku salah, karena telah memaksakan pendapatku." Dia tak menjawab, tetap diam tak bergerak sambil membaca bukunya. Aku penasaran dengan apa yang dia baca, lalu aku ikut membaca bukunya, aku terkejut saat melihat halaman buku itu basah. Saat aku akan menanyakan tentang halaman buku itu, aku baru menyadari jika Karin menangis. Mukanya pucat, tangannya yang dingin menggenggam tanganku, lalu dia pingsan. Aku terkejut, segera aku berteriak  meminta tolong. Untungnya guru lekas datang, dan dibawanya ke UKS. Aku ingin menemani sahabatku satu-satunya itu, tetapi bel masuk telah berbunyi.

        Setelah menunggu hingga jam pelajaran selesai, aku langsung berlari ke UKS, tetapi Karin tidak ada disana. "Bu, Karin ada dimana?" tanyaku pada guru yang tadi mengantar Karin ke UKS. "Dia dibawa ke rumah sakit. Jika kamu ingin menjenguknya, tunggulah hingga bel pulang sekolah berbunyi." jawabnya. Kenapa waktu terasa sangat lama saat aku ingin waktu berjalan dengan cepat, batinku. Tidak ada tugas yang aku kerjakan, tidak ada satupun pelajaran yang aku paham. Pikiran dan hatiku berada di rumah sakit, aku sangat mengkhawatirkan keadaan Karin. Air mataku tidak dapat aku tahan lagi. Aku menangis sambil berharap bahwa Karin akan cepat sembuh dan semoga waktu cepat berlalu sehingga aku bisa menemui Karin. Detik demi detik terus berlalu, hingga akhirnya bel pulang berbunyi. Aku segera mengemasi bukuku dan pergi ke rumah sakit.

        Sesampainya disana, aku bertanya pada perawat dimana ruang Karin dirawat. Saat aku sedang berjalan mengikuti arahan perawat tadi, aku merasa takut jika aku tidak segera bertemu dengan Karin. "Putri!" Ku dengar ada yang berteriak memanggilku dari belakang. Aku berhenti dan menengok, karena terlalu jauh, aku tidak bisa melihatnya dengan jelas. Untuk memperjelas penglihatanku, aku berjalan mendekatinya. Orang itu sepertinya tidak asing bagiku, apakah itu ... Karin? aku berjalan lebih cepat dan aku langsung memeluk tubuhnya yang dingin sambil bertanya, "Karin, bagaimana kondisimu? kamu baik-baik saja kan?" Dia menjawab, "Putri, sahabatku, maafkan segala kesalahanku, terimakasih telah menjadi sahabatku dan telah menolongku. jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja." jawabnya. Aku melepaskan pelukanku dan Karin telah hilang dari hadapanku. Aku takut jika terjadi sesuatu terhadap Karin. Aku segera memasuki ruang dimana Karin dirawat. Aku melihat orang tua Karin memeluk Karin dan menangis. Kak Rara yang juga menangis menghampiriku lalu memelukku sambil mengatakan kenyataan pahit jika Karin adik satu-satunya telah meninggal. Aku langsung melepas pelukan kak Rara dan memeluk sahabatku. Aku gak nyangka kamu pergi secepat ini... aku menyayangimu, Karin. 

                    --  END  --

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MIRROR (FF)